Kapolresta Medan Kesal kepada Ayah yg Menyiksa Bayi sampai Tewas | Masterbola303.com

Kapolresta Medan Kesal kepada Ayah yg Menyiksa Bayi sampai Tewas | Masterbola303.com

judi bola teraman, agen sbobet bola, agen bola ibcbet, sbobet online indonesia, taruhan bola maxbet, situs taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online ,itus taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online
Masterbola303.com – Kapolresta Medan Kombes Pol Mardiaz Kusin Dwihananto didampingi Kasat Reskrim Kompol Aldi Subartono menyempatkan diri menjenguk ke-2 anak kembar pasangan Fredi alias Ali & Neni Lusiana di Rumah Sakit Bina Kasih Medan.

Sesudah itu, rombongan menuju Polsekta Sunggal. Hingga di sana, Mardiaz kelihatan pernah emosi & kesal pada Fredi.Menurut Mardiaz, Fredi pernah melawan polisi diwaktu ingin diringkus. Bahkan, pelaku mengupayakan menutup pintu rumahnya rapat-rapat utk menghindari anggota yg meringkusnya.

judi bola teraman, agen sbobet bola, agen bola ibcbet, sbobet online indonesia, taruhan bola maxbet, situs taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online ,itus taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online

“Setelah kita mampu laporan soal penganiayaan bayi, anggota serta-merta menangkap pelakunya. Ketika ingin diringkus ini, tersangka pernah melawan anggota. Tersangka pula pernah bersembunyi,” ungkap Mardiaz, Selasa (1/3/2016).

Sebab tersangka yg tidak miliki tugas terus ini bersembunyi di dalam hunian, polisi serta-merta memanggil kepala lingkungan & hasilnya pintu hunian tersangka didobrak.

judi bola teraman, agen sbobet bola, agen bola ibcbet, sbobet online indonesia, taruhan bola maxbet, situs taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online ,itus taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online

Seperti diberitakan pada awal mulanya, Fredi (30) tega menganiaya bayi kembarnya yg berjenis kelamin laki laki & berusia tujuh bln sampai wafat dunia di hunian mereka di Jalan Pasar 4, Medan Sunggal, Kota Medan terhadap minggu(28/2/2016) dulu.

Perlakuan sadisnya ini dilakukan tersangka cuma sebab sang anak rewel & tidak jarang menangis.

Terungkapnya kasus penganiayaan ini disaat pembantu hunian tangga mereka, Tuminah, menonton ke-2 korban Jaiden & Raiden ditampar, dicubit & dipukul di sektor wajah oleh ayahnya.

Tuminah serta pernah emosi menonton tersangka & memarahinya. Tuminah hasilnya menanggung risiko dipecat.

Lantaran tidak tega menyaksikan anak kembar asuhannya tetap dianiaya, Tuminah mendatangi Polsekta Sunggal & melaporkan tersangka.

judi bola teraman, agen sbobet bola, agen bola ibcbet, sbobet online indonesia, taruhan bola maxbet, situs taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online ,itus taruhan bola, bandar judi bola, bandar bola online

Sementara istri tersangka, Neni Lusiana (27), yg baru pulang bekerja yang merupakan penjaga toko di Jalan Putri Hijau menyaksikan ke-2 anaknya dianiaya cepat membawanya ke RS Bina Kasih.

Tapi Sayang, Raiden dinyatakan wafat dunia akibat luka parah di sektor dalam kepalanya. Sementara Jaiden sampai kini masihlah dirawat di UGD.

Neni menyampaikan, sebelum kejadian ini, suaminya telah sempat memarahi & menganiaya anak mereka. Namun dikarenakan kesibukannya menjaga toko, dirinya dulu mempercayakan pengasuhan anaknya terhadap satu orang pembantu.

“Kemarin itu puncaknya. Beliau naik pitam hingga menganiaya lagi. Saya tengok muka ke-2 anak ku memar lantaran dicubiti, ditampari. Sebab Itu kubawa ke hunian sakit. Cocok dianiaya saya lagi kerja. Udah tidak jarang dirinya kayak gini,” kata Neni.

masterbola303

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *